Situbondo dan Serang Luncurkan Anyer–Panarukan 3R, Bidik Ekonomi UMKM Sepanjang Jalan Raya Pos

Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:03:43 WIB

JAKARTA – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menginisiasi program Anyer–Panarukan 3R (Road, Route, Roots) untuk menggerakkan ekonomi, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang jalur bersejarah Jalan Raya Pos.

Program tersebut resmi diluncurkan dalam Kick Off Anyer–Panarukan 3R di Auditorium Bank BJB, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, program ini tidak hanya bertujuan menghidupkan kembali nilai sejarah Jalan Raya Pos, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat yang tumbuh di sepanjang jalur tersebut.

Menurut Rio, Jalan Raya Pos masih menjadi jalur penting bagi perdagangan, distribusi produk, dan aktivitas usaha masyarakat, meskipun kini terdapat Tol Trans Jawa.

“Tidak hanya sebagai Anyer–Panarukan sebagai eksistensi sejarah, tapi bagaimana masa depan itu juga dijaga. Jalan Anyer–Panarukan itu tumbuh dengan UMKM. Banyak pedagang, kehidupan ekonomi bisnis tumbuh di sana,” ujar Rio.

Ia menilai, keberadaan jalan tol menjadi tantangan sekaligus alasan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat daya tarik jalur lama. Pengembangan destinasi wisata, pusat kuliner, dan produk UMKM diharapkan mampu menarik pengunjung sekaligus memperluas pasar usaha masyarakat.

“Meskipun sudah ada tol sekarang, tapi saya yakin banyak pengguna jalan yang, apalagi Situbondo itu orang mau ke Bali pasti lewat jalan Anyer–Panarukan. Jadi, kita siapkan, tumbuh kembangnya ekonomi bisnis di sepanjang jalan itu,” jelasnya.

Bagi Situbondo, Panarukan menjadi salah satu simpul penting dalam sejarah Jalan Raya Pos. Melalui program ini, pemerintah daerah ingin mengembangkan potensi sejarah dan budaya menjadi daya tarik wisata sekaligus peluang ekonomi baru.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, pengembangan koridor Jalan Raya Pos dapat membuka peluang pertumbuhan UMKM, kuliner, dan wisata sejarah maupun religi.

“Kita ingin menjadikan Jalan Raya Pos ini sebagai pergerakan ekonomi. Kita bisa menumbuhkan UMKM, kita bisa menumbuhkan kuliner. Kemudian juga kita juga bisa menumbuhkan wisata, misalnya wisata religi dan juga sejarah,” tuturnya dalam talkshow seusai peluncuran.

Menurut Ratu, pengembangan jalur tersebut perlu diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha lokal dan pengelola destinasi wisata.

Kolaborasi Situbondo dan Serang diharapkan menjadi langkah awal untuk mempertemukan potensi kedua daerah sekaligus mendorong keterlibatan kabupaten, kota, dan desa lain di sepanjang Jalan Raya Pos.

Program Anyer–Panarukan 3R mengusung tiga gagasan utama, yakni Road sebagai jalan bersejarah dan penghubung antardaerah, Route sebagai koridor perjalanan, perdagangan, dan pariwisata, serta Roots sebagai penguatan sejarah, budaya, identitas, dan kearifan lokal.

“Kita tidak sedang menghidupkan kembali sebuah jalan. Kita sedang menghidupkan kembali cerita tentang perjalanan bangsa. Anyer Panarukan 3R, Road, Route, dan Roots. Dari Anyer ke Panarukan — 1.000 KM untuk Indonesia,” tegas Rio.[]

Terkini