TP PKK Situbondo Undang Tan Shot Yen, Mbak Una Ajak Orang Tua Wujudkan Generasi Bebas Stunting

Jumat, 07 Agustus 2026 | 17:25:25 WIB

SITUBONDO – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Situbondo terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggelar puncak peringatan Pekan Menyusui Sedunia bertajuk "ASI, MPASI, Imunisasi, Paket Komplit Generasi Tinggi Berprestasi" di Pendopo Rakyat Situbondo, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi TP PKK Kabupaten Situbondo itu menghadirkan dokter dan pemerhati gizi nasional dr. Tan Shot Yen, M.Hum sebagai keynote speaker. Ratusan peserta yang terdiri atas ibu menyusui, kader PKK, tenaga kesehatan, dan kader posyandu mengikuti edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan sebagai fondasi membangun generasi unggul.

Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, Husna Laili, mengatakan peringatan Pekan Menyusui Sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh keluarga bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah.

Menurutnya, pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap merupakan tiga pilar utama yang harus dipenuhi agar anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.

"TP PKK mendukung kegiatan ini karena menjadi sarana edukasi bagi para ibu, keluarga, kader PKK, dan tenaga kesehatan. Pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan," ujar Mbak Una, panggilannya.

Menurut istri Bupati Situbondo itu, TP PKK menghadirkan Tan Shot Yen agar masyarakat mendapatkan pemahaman langsung dari pakarnya mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

"Edukasi yang disampaikan langsung oleh ahlinya diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga praktik pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap semakin baik," katanya.

Mbak Una menegaskan, anak-anak merupakan investasi masa depan Kabupaten Situbondo. Karena itu, setiap anak harus memperoleh haknya untuk tumbuh sehat sejak awal kehidupan.

"Anak-anak adalah investasi masa depan Situbondo. Karena itu, mereka harus mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat melalui ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap," tegasnya.

Sementara itu, dalam paparannya, dr. Tan Shot Yen, M.Hum menjelaskan bahwa dua tahun pertama kehidupan merupakan periode emas perkembangan otak anak. Sekitar 80 persen perkembangan otak manusia telah terbentuk pada usia tersebut sehingga kesempatan memperbaiki kualitas tumbuh kembang anak harus dimanfaatkan secara optimal.

"Sekitar 80 persen perkembangan otak manusia sudah terbentuk pada usia dua tahun. Itulah sebabnya kita masih memiliki kesempatan untuk memastikan anak tumbuh optimal melalui intervensi yang tepat," jelas Tan.

Ia juga meluruskan anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat bahwa stunting hanya berkaitan dengan berat badan.

"Patokannya adalah tinggi badan menurut umur, bukan berat badan," ujarnya.

Menurut Tan Shot Yen, dampak stunting tidak hanya membuat anak bertubuh pendek, tetapi juga menyebabkan perkembangan kecerdasan tidak optimal sehingga dapat memengaruhi kemampuan belajar di kemudian hari.[]

Terkini