SITUBONDO – Sebanyak 38 ambulans rakyat di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mendapat servis gratis dari Himpunan Bengkel Situbondo (HBSI) yang bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Situbondo pada Senin (14/9/2026).
Program tersebut menjadi bentuk kontribusi bengkel lokal untuk memastikan ambulans rakyat tetap berfungsi optimal dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat.
Ketua HBSI Andi Suparno mengatakan, ambulans rakyat dipilih sebagai sasaran bakti sosial karena merupakan salah satu program prioritas Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah.
"Kita berusaha hadir untuk membantu agar ambulans rakyat ini berfungsi sebagaimana mestinya, yakni kondisi mesinnya stabil dan performanya berjalan dengan baik," ujarnya.
Bagi HBSI, kontribusi tersebut bukan hanya soal servis kendaraan. Bengkel lokal juga ingin terlibat langsung dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat.
"Dengan cara ini teman-teman bisa terlibat, erkontribusi terhadap layanan dasar kesehatan masyarakat," kata Andi.
Selain penggantian oli, setiap kendaraan mendapat pemeriksaan terhadap 11 item. Pemeriksaan dilakukan menggunakan teknologi scan tool untuk mengetahui kondisi kendaraan secara lebih detail.
"Setiap ambulans kita cek lewat scan tool, kita baca data stream, kita analisa kondisinya. Jadi bukan secara visual saja," jelas Andi.
Dengan metode tersebut, lanjut Andi, teknisi dapat mengetahui kondisi kendaraan berdasarkan data dan hasil diagnosis, termasuk apabila terdapat komponen yang membutuhkan perhatian atau perbaikan.
Andi menegaskan, penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya HBSI memberikan layanan profesional kepada ambulans rakyat.
Tunjukkan Kemampuan Bengkel Lokal
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari misi HBSI untuk menunjukkan bahwa bengkel dan teknisi lokal Situbondo memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan bengkel profesional lainnya.
"Motivasi kita mendirikan Himpunan Bengkel Situbondo adalah untuk menunjukkan pada masyarakat luas bahwa Situbondo punya bengkel dan teknisi yang profesional, yang mampu menghadirkan pelayanan terbaik," ujarnya.
HBSI saat ini memiliki 18 bengkel yang tersebar di Kabupaten Situbondo, mulai wilayah timur Banyuputih hingga daerah barat di Banyuglugur. Para teknisi yang tergabung disebut telah memiliki lisensi dan sertifikat.
Andi berharap masyarakat tidak harus pergi ke luar daerah untuk mendapatkan layanan servis kendaraan dengan teknologi modern.
"Dengan teknologi dan peralatan yang modern, enggak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk melakukan servis berkala atau lainnya. Di Situbondo sendiri sudah mumpuni," katanya.
Pemkab Apresiasi Kontribusi HBSI
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah yang akra disapa Mbak Ulfi itu mengapresiasi langkah HBSI dalam memberikan servis gratis terhadap 38 ambulans rakyat.
Menurut Mbak Ulfi, kontribusi tersebut membantu pemerintah daerah di tengah kondisi APBD yang membutuhkan efisiensi.
"Kami sangat berterima kasih, mengapresiasi kawan-kawan HBSI yang sudah luar biasa berkontribusi dengan menggelar servis gratis 38 ambulans rakyat," kata Mbak Ulfi di lokasi acara.
Ia menyebut seluruh kebutuhan servis, termasuk penggantian oli, ditanggung HBSI. Hal itu dinilai membantu meminimalisasi beban anggaran pemerintah.
"Ini meminimalisir anggaran. Semua servisnya ditanggung, bahkan ganti olinya sudah disediakan oleh HBSI," ujarnya.
Mbak Ulfi juga membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara Pemkab Situbondo dengan HBSI. Terlebih, keberadaan bengkel lokal tersebut dinilai memiliki kompetensi dan peralatan yang mampu bersaing.
"Kalau mereka sudah memiliki kompetensi, maka pemerintah wajib memberikan support kepada teman-teman," kata Mbak Ulfi.
Bagi Pemkab, keterlibatan HBSI menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan pelaku usaha dan komunitas lokal.[]