Oleh : Rully Efendi (*)
Semula bernama Persetan. Akronim Persatuan Sepak Bola Tanggul Wetan. Sebuah klub yang mempertegas identitas desa tempatnya lahir. Membawa misi nama baik Tanggul Wetan.
Nama baik dan konotasi setan, seolah bertolak belakang. Kemudian diputuskan nama singkatan : PSTN. Artinya tetap sama, Persatuan Sepak Bola Tanggul Wetan.
Berlatih setengah lapangan. Sulit melengkapi 22 orang untuk dua tim. Bersepatu, banyak pula yang cekeran. Sampai kemudian banyak yang gabung PSTN.
Tak hanya warga Desa Tanggul Wetan. Sekecamatan, bahkan pesepakbola luar daerah juga gabung PSTN. Bermain di lapangan yang dulunya dikenal Teggel Mereng (baca : kebun miring).
Sekarang lapangannya tidak miring lagi. Rata dengan rumput bola yang stabil. Standart ukuran lapangan nasional. Bahkan jika diadu dengan lapangan sepakbola desa lainnya, lapangan yang ada di Dusun Curahbamban itu bisa mengungguli.
Bagus bukan bimsalabim. Namun karena perawatan serius oleh para penggerak PSTN. Menyiram di musim kering, memupuk, hingga potong rumput, dilakukan dengan bergotong royong. Tanpa orang tua asuh, mereka mandiri karena merasa memiliki.
Sejak berdiri, sudah empat kali menggelar tournament sepakbola usia minimal 40 tahun. Event untuk pecinta sepakbola veteran se-Tapal Kuda. Tergolong terbesar se-Jember. Selalu sukses di setiap kegiatan bergulir.
Kini yang kelima, di tahun 2026, anak-anak muda PSTN memulai tantangan baru. Menggelar Open Tournament Sepak Bola bebas umur se-Tapal Kuda. Digelar di Lapangan Curahbamban yang tak miring lagi, mulai tanggal 16 September dan direncanakan final 18 Oktober 2026.
Pesertanya digenapkan 32 tim. Mayoritas dari Jember, diikuti juga tim berasal Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Besuki Situbondo dan dalam konfirmasi juga tim asal Bondowoso.
Bakal seru dan ramai. Terlebih panitia tidak memungut tiket masuk untuk semua penonton. Sekedar bayar uang masuk kendaraan bermotor. Tambah seru lagi, karena selama tournament digelar, selama itu juga ada bazar UMKM support Dinas Koperasi, Perdagangan, Kecil dan Menengah Pemkab Jember.
Selama sebulan dua hari, soliditas dan konsistensi arek-arek PSTN Tanggul akan diuji sebagai tuan rumah yang baik. Diuji untuk mengukir sejarah persepakbolaan tarkam di Jember barat. Yakin Usaha Sampai !!!
(*) Penulis adalah Ketua Panitia Piala PSTN 2026.