Babad Besuki Jadi Ingatan Kolektif Nasional, Bukti Pentingnya Literasi Sejarah

Jumat, 25 September 2026 | 01:10:02 WIB

JAKARTA – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menetapkan Babad Besuki sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026.

Penetapan tersebut dihadiri oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo di Gedung Perpusnas, Rabu (23/9/2026).

Babad Besuki merupakan naskah kuno yang merekam perjalanan sejarah kawasan Besuki. Naskah tersebut menjadi salah satu sumber penting dalam mengenali jejak sejarah Besuki dan perkembangan kawasan yang memiliki posisi penting dalam perjalanan Kabupaten Situbondo.

Bagi masyarakat Situbondo, Babad Besuki juga memiliki arti penting karena Besuki merupakan bagian dari sejarah terbentuknya Kabupaten Situbondo.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyambut penetapan tersebut dengan bangga. Ia menyebut pengakuan itu sebagai penghargaan bagi masyarakat Situbondo, khususnya masyarakat Besuki.

"Dengan penuh bangga, saya menjemput sebuah penghargaan kepada masyarakat Situbondo, masyarakat Besuki yang saya cintai," kata Rio.

Menurut Rio, penetapan tersebut menunjukkan bahwa Babad Besuki tidak hanya menjadi warisan sejarah daerah, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif nasional.

"Babad Besuki resmi menjadi warisan atau ingatan kolektif, resmi menjadi Ingatan Kolektif Nasional," ujarnya.

Apresiasi untuk Pengusul

Rio menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengusulan Babad Besuki hingga ditetapkan sebagai IKON 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan kepada para pegiat literasi yang ikut mendorong pengusulan Babad Besuki, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Untuk itu saya ucapkan terima kasih untuk semua yang terlibat pengusulan Babad Besuki ini, pada teman-teman, pada kaum literasi, dan pada Provinsi Jawa Timur juga," kata Rio.

Ia berharap penetapan Babad Besuki menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan kawasan Besuki.

"Mudah-mudahan ini menjadi sebuah lompatan sejarah di mana kita sedang serius-seriusnya membangun Besuki," ujarnya.

Besuki sebagai Rahim Situbondo

Menurut Rio, sejarah Besuki tidak dapat dipisahkan dari perjalanan Kabupaten Situbondo.

Ia menyebut Besuki sebagai "rahim" Kabupaten Situbondo. Keberadaan Babad Besuki, kata dia, turut mengantarkan masyarakat untuk mengenal kembali kejayaan Besuki pada masa lalu.

"Besuki adalah rahim dari Kabupaten Situbondo. Babad Besuki mengantarkan kita pada cerita kejayaan di masa lalu," kata Rio.

Ia berharap penetapan tersebut dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk menjaga warisan sejarah sekaligus menjadikannya pijakan dalam membangun Besuki Raya.

"Selamat untuk Besuki Raya, untuk Kabupaten Situbondo tercinta," pungkasnya.[]

Terkini